Selasa, 18 Maret 2014

Laporan Mikrobiologi Umum - Metode Aseptis



1.      Bagaimana teknik sterilisasi jarum ose yang benar ?


 1. Metode ASEPTIS

PEMBAHASAN


1. Jika anda mendapatkan stok kultur murni dari laboratorium mikrobiologi, hal apa saja yang harus diperhatikan agar stok kultur tidak terkontaminasi ? Jelaskan !

       Agar stok kultur murni tidak terkontaminasi, maka sebelum dan sesudah dari laboratorium, harus melakukan aseptis diri dan lingkungan menggunakan alkohol 70%. Dengan cara menyemprotkan alkohol 70% ke meja kerja dan sekitar meja, kemudian menyemprotkan ke tangan dan diratakan sampai merata, kemudian di semprotkan pada alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum. Apabila diperlukan juga bisa menggunakan masker agar bakteri atau mikroba yang ada pada mulut tidak mengontaminasi stok kultur murni. 


2. Mengapa media yang akan digunakan harus disterilisasi terlebih dahulu? Bagaimana cara sterilisasi media? Jelaskan

    Supaya tidak mengontaminasi kultur. Karena jika alat tidak disterilisasi terlebih dahulu ketika akan digunakan, maka mikroba atau bakteri yang ada pada alat tersebut akan menjadi kontaminan pada kultur yang akan digunakan sehingga hasilnya tidak baik, bahkan gagal. Cara sterilisasi media adalah membakar diatas bunsen.

3.  Mengapa sterilisasi dengan suhu tinggi tidak cocok digunakan untuk sterilasi larutan vitamin dan metode sterilisasi apakah yang cocok? Jelaskan alasan anda!

    Karena larutan vitamin sensitif dengan suhu tinggi dan akan mengalami denaturasi (kerusakan) jika dipanaskan dengan suhu yang tinggi.  Metode yang cocok digunakan adalah metode filtrasi, karena mengingat dari prinsip kerja dari metode filtrasi yaitu menyaring dengan pori-pori yang sangat kecil sehingga larutan vitamin tidak perlu dipanaskan tetapi hanya disaring pada filter membran saja untuk menghilangkan kontaminan.

4. Bagaimana teknik sterilisasi jarum ose yang benar ?

    Langkah pertama yang tidak boleh lupa adalah aseptis diri dan lingkungan dengan alkohol 70%. Kemudian api spirtus dinyalakan, selanjutnya jarum ose di bakar hingga merah membara, kemudian dicelupkan pada alkohol 70%. Selanjutnya dibakar lagi dan dimasukkan pada alkohol 70%. Kemudian dibakar lagi hingga merah membara kemudian di celupan alkohol 70%, dan yang terakhir ose dibakar. Dan ose steril, siap untuk digunakan.


5. Bagaimana teknik penggunaan pipet mikro yang benar ? Apakah pipet mikro tersebut perlu di sterlilisasi terlebih dahulu? Jelaskan jawaban anda.
          Pipet mikro digunakan untuk jenis kultur mikroba pada media cair. Teknik penggunakan pipet mikro adalah harus mengetahui skala mikro pipet, apabila kita mengambil larutan 0.1 maka kita menggunakan skala mikro pipet yang 0.1 ml. Kemudian memasang mikrotip yang sesuai pada mikro pipet, selanjutnya menekan tombol atas satu kali untuk mengambil cairan dan menekan dua kali pada tombol yang sama untuk mengeluarkan cairan tersebut. Untuk melepaskan mikrotip, tekan tombol bagian tepi atas yang dekat jengan jempol. Mikro pipet tentu perlu di sterilisasi terlebih dahulu, supaya steril bebas dari mikroba meskipun hanya luarnya saja dan meskipun mikrotipnya sudah distrelilkan, hal ini merupakan usaha menghindarkan kultur dari kontaminan. Cara mensterilkannya adalah dengan menyemprotkan alkohol 70% dan diusap dengan tissue supaya cepat kering.



6. Apabila tidak tersedia pipet mikro, alat apa yang akan saudara siapkan untuk mengambil sampel kultur cair, secara aseptis ?

        Pipet volume, dimana sebelum digunakan pipet volume juga harus disterilisasi pada autoklaf dan disemprot dengan alkohol 70% terlebih dahulu sebelum digunakan. 

7.  Apa perbedaan antara Destruksi dan Sterilisasi. Jelaskan !

       Destruksi ialah suatu perlakuan pada peralatan atau medium yang bertujuan untuk mematikan atau menghancurkan semua mikroorganisme dan sel yang menempel pada alat dan media yang telah digunakan. Sedangkan sterilisasi merupakan suatu metode destruksi yang sempurna untuk menghilangkan seluruh mikroorganisme yang ada pada alat dan media. Pada autoklaf, destruksi dilakukan pada suhu 121°C dengan waktu 10 menit, sedangkan sterilisasi dilakukan pada suhu 121°C selama 15 menit.

 
 
 

 
  MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN DALAM LAPORAN INI

Glitter Words

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates