Senin, 24 Maret 2014

Laporan Praktikum Mikrobiologi Umum - Teknik enumerasi Langsung (hemasitometer)

Data Hasil Praktikum

Tuliskan hasil pengamatan jumlah sel menggunakan Haemacytometer (Data Kelas)
(Data ini adalah data 25 kotak besar)
a.       Saccaharomyces cerevisiae 24 jam
No. Petak
Jumlah sel
No. petak
Jumlah sel
1.
29
14.
14
2.
21
15.
17
3.
10
16.
16
4.
11
17.
19
5.
33
18.
13
6.
10
19.
10
7.
14
20.
11
8.
31
21.
16
9.
16
22.
10
10.
18
23.
11
11.
15
24.
14
12.
16
25.
18
13.
16


b.      Saccaharomyces cerevisiae 48 jam
No. Petak
Jumlah sel
No. petak
Jumlah sel
1.
12
14.
9
2.
9
15.
7
3.
13
16.
7
4.
3
17.
17
5.
9
18.
9
6.
7
19.
9
7.
10
20.
12
8.
12
21.
7
9.
13
22.
12
10.
7
23.
15
11.
14
24.
9
12.
3
25.
10
13.
7


Hitunglah rata-rata jumlah sel serta jumlah sel dalam bahan/ml.
 



Bahas data yang anda peroleh
Teknik enumerasi langsung adalah metode yang dapat digunakan untuk menghitung mikroba atau sel yang tampak secara langsung menggunakan alat haemasitometer dengan bantuan mikroskop. Dari data hasil percobaan yang telah diperoleh, pada Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 24 jam, dilihat kepadatan mikroba dengan haemositometer dan mikroskop dengan perbesaran lemah 100x, karena jumlah mikroba terlalu padat atau banyak maka dilakukan pengenceran 10-1. Kemudian diamati lagi menggunakan haemositometer dan mikroskop dengan perbesaran lemah 100x, ternyata jumlah mikroba tidak terlalu padat dan memungkinkan untuk dihitung. Selanjutnya dilakukan perbesaran sedang 400x dan mulai menghitung jumlah sel yang ada pada tiap petak yang telah ditentukan. Dengan kedalaman petak 0.1 mm, luas petak 0,04 mm2 dan faktor pengenceran 10-1, diperoleh jumlah sel sebanyak 409 sel dari 25 petak. Setiap petak terdiri dari jumlah mikroba yang berbeda-beda. Kemudian dihitung rata-rata sel dan diperoleh hasil 16,36. Selanjutnya dihitung jumlah sel per ml menggunakan rumus   , dan diperoleh hasil 409 x 105 sel per ml. Percobaan selanjutnya adalah dengan Saccaharomyces cerevisiae yang berumur 48 jam, dilihat kepadatan mikroba dengan haemositometer dan mikroskop dengan perbesaran lemah 100x, karena jumlah mikroba terlalu padat atau banyak maka dilakukan pengenceran 10-1. Kemudian diamati lagi menggunakan haemositometer dan mikroskop dengan perbesaran lemah 100x, ternyata jumlah mikroba tidak terlalu padat dan memungkinkan untuk dihitung. Selanjutnya dilakukan perbesaran sedang 400x dan mulai menghitung jumlah sel yang ada pada tiap petak yang telah ditentukan. Dengan kedalaman petak 0.1 mm, luas petak 0,04 mm2 dan faktor pengenceran 10-1, diperoleh jumlah sel sebanyak 242 sel dari 25 petak. Setiap petak terdiri dari jumlah mikroba yang berbeda-beda. Kemudian dihitung rata-rata sel dan diperoleh hasil 9,68. Selanjutnya dihitung jumlah sel per ml menggunakan rumus  dan diperoleh hasil 242 x 105 sel per ml.
Dari kedua data tersebut dapat dibandingkan bahwa Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 24 jam menghasilkan jumlah sel sebanyak 409 x 105 sel per ml dan Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 48 jam menghasilkan jumlah sel sebanyak 242 x 105 sel per ml. Hal ini menunjukkan bahwa Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 24 jam menghasilkan jumlah sel per ml yang lebih banyak dibandingkan Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 48 jam. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa jumlah bakteri yang ada pada Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur lebih lama akan  menghasilkan jumlah sel per ml yang lebih banyak pula karena bakteri semakin lama selalu membelah (Schlegel, 2004). Kesalahan yang terjadi dimungkinkan karena adanya kesalahan dari pengamat pada saat menghitung jumlah sel bakteri tiap petak, keadaan diri dan lingkungan yang kurang aseptis.


Tuliskan kesimpulan yang anda peroleh pada praktikum ini!


Teknik enumerasi langsung ini merupakan metode untuk menghitung jumlah sel mikroba secara langsung menggunakan haemasitometer dengan bantuan mikroskop. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan menghitung jumlah sel yeast yang telah diinkubasi selama 24 jam dan 48 jam, sehingga dapat diketahui jumlah sel Saccaharomyces cerevisiae per ml.

Dari data hasil percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 24 jam menghasilkan jumlah sel sebanyak 409 x 105 sel per ml lebih banyak dari Saccaharomyces cerevisiae  yang berumur 24 jam yang hanya menghasilkan jumlah sel sebanyak 242 x 105 sel per ml. Hal ini tidak sesuai dengan literatur, kesalahan yang terjadi dimungkinkan karena adanya kesalahan dari pengamat pada saat menghitung jumlah sel bakteri tiap petak, keadaan diri dan lingkungan yang kurang aseptis.

 


Sebutkan kelebihan dan kelemahan dalam penghitungan mikroba menggunakan haemocytometer!

Kelebihan :
1.      Cepat dalam menghasilkan data,
2.      Data dan jumlah sel dapat diketahui saat itu juga setelah dihitung menggunakan rumus
3.      Hemat biaya
Kekurangan :
1.      Tidak dapat membedakan sel yang hidup dan sel yang mati
2.      Data yang dihasilkan tidak akurat karena setiap pengamat memiliki keterbatasan dalam mengamati dan menghitung jumlah sel
3.      Diperlukan alat yang lebih canggih untuk menghitung jumlah sel
(Waluyo, 2004).


 
 
 Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam laporan ini
Glitter Words

[Glitterfy.com - *Glitter Words*]

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates