Selasa, 28 Februari 2012

Buffer pada Darah


eritrosit
Sebutkan contoh sistem larutan penyangga yang ada didalam darah !
Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya :
a. Penyangga Karbonat
Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H 2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3). Raksi : H2CO3 (aq) => HCO3(aq) + H+(aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis (penurunan pH darah karena metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi HCO3 dan mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus dan diare). Orang yang mendaki gunung tanpa O2 tambahan dapat menderita alkalosis (peningkatan pH darah dan mengakibatkan). Kadar O2 yang sedikit di gunung membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas CO2 yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik.

b. Penyangga Hemoglobin
Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:  
HHb + O2 (g) =>HbO2- + H+
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2 yang terlarut
dalam air saat metabolisme.

c. Penyangga Fosfat
Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H 2 PO 4-) dengan monohidrogen fosfat (HPO32-).
H2PO4-(aq) + H+(aq)=> H2PO4(aq)
H2PO4-(aq) + OH- (aq) => HPO 4 2- (aq) ) + H2O(aq)
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin.
Dalam tubuh manusia, pH darah harus dijaga pada 7,35 – 7,45. Jika pH darah kurang dari 7,35 maka disebut asidosis (penurunan pH) yang dapat terjadi akibat penyakit-penyakit seperti ginjal, jantung, diabetes mellitus (penyakit gula), konsumsi protein berlebihan dalam waktu yang lama atau dehidrasi (kekurangan cairan tubuh yang cukup banyak) misalnya olah raga yang terlalu berlebihan atau diare yang terus menerus. Dan jika pH darah lebih dari 7,45 disebut alkalosis (peningkatan pH) yang bisa terjadi bila kita mengalami muntah yang hebat, bernafas terlalu berlebihan (hyperventilasi) biasanya di daerah yang udaranya tipis (ketinggian) atau ketika kita sedang cemas atau histeris. Kematian dapat terjadi jika pH darah kurang dari 7,0 atau lebih besar dari 7,8. pH di dalam darah dijaga oleh beberapa sistem kesetimbangan larutan penyangga.

Glitter Words

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates