Selasa, 11 Februari 2014

TugasPK2MU-UB `13 : Pentingnya menjadi entrepreneur bagi diri sendiri dan masyarakat

Pentingnya menjadi entrepreneur yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat

Kata Entrepreneur  diartikan sebagai  seseorang yang selalu membawa perubahan, inovasi, ide-ide baru dan aturan baru. Entrepreneur yaitu seseorang yang  mempunyai dan membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, serta asset yang lainnya pada suatu kombinasi yang mampu melakukan suatu perubahan/ menambahkan nilai yang lebih besar daripada nilai yang sebelumnya. Sedangkan Entrepreneurial yaitu aktifitas/ kegiatan dalam menjalankan suatu usaha atau berwirausaha.

KITA hidup pada era informasi dan era globalisasi yang terus berubah dan berkembang. Ketika ada seseorang yang tidak mengikuti perubahan dan perkembangan maka ia akan menjadi korban yang dimakan perubahan dan perkembangan. Begitu yang ditulis Drs. Ismail Striyanto, M.Si. pengarang buku Membangun Desa Enterpreneur.

Enterpreneur merupakan sebuah istilah yang merujuk pada kegiatan usaha baru yang penuh resiko dan memerlukan waktu, modal, dan keahlian, serta menerima kepuasan maupun balas jasa atas kegiatan yang dirintis. Secara definisi, seorang entrepreneur adalah seseorang dengan kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Maksudnya, seorang entrepreneur adalah orang yang maju ke depan. Usahanya tumbuh dari waktu ke watu, dari satu kedai menjadi ribuan. Dari warung kecil menjadi usaha besar. Dari lima karyawan menjadi ribuan. Tidak peduli apakah ia seniman, wartawan, pekerja sosial, asalkan bertumpu pada pondasi pertumbuhan.

Enterpreneurs adalah gerakan perubahan nasib dan sudut pandang manusia. Maksudnya hidup haruslah terencana. Perencanaan adalah alat yang sangat penting dalam bidang enterpreneur. Tujuan perencanaan tersebut agar kegiatan, waktu, modal yang akan dilaksanakan berjalan tetap berada dijalur yang akan dilaksanakandan yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar.

Sikap dan jiwa entrepreneur sangatlah diperlukan untuk menjadi "joki" dari usaha yang dirintisnya. Seorang entrepreneur haruslah mempunyau kelebihan dalam mengenali diri sendiri, percaya diri, serta mampu menjual diri. Cara pandang adalah kunci untuk mengatahui potensi diri.
Di dalam buku setebal 258 halaman, berisikan wejangan yang bisa mengubah cara berpikir untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Buku ini penuh dengan muatan motivasi untuk memunculkan jiwa interpreneur dan sikap optimistis dalam menjalannya. Terdapat 14 metode yang masing-masing menjadi jembatan untuk menjadi entrepreneur. Dari awal yang melatarbelakangi tumbuhnya sikap entrepreneur hingga pola yang mesti dilakukan para peminat entrepreneur.

Dalam endorsement (pujian atas buku ini), Purdi E. Chandra menegaskan "Bangsa kita membutuhkan banyak orang gila yang berani membuka usaha meskipun tanpa memiliki uang dan asset terlebih dahulu. Lalu, rahasia sukses enterpreneeurnya disedekahkan lagi kepada orang lain. Ismail Datriyanto mewakili orang gila baru ini...."

Metode entrepreneur dalam buku ini sengaja dihadirkan untuk mengajak para pembaca untuk belajar menjadi entrepreneur. Enterpreneur merupakan sebuah pilihan tempat kita bisa merintis usaha yang mapan dan berkembang terus-menerus setiap harinya juga menjamin prospek yang cerah. Tentu saja semua usaha diperlukan tata cara yang benar dan buku ini menjawabnya. Jadilah entrepreneur sukses tidak hanya di kota besar, tetapi raihlah desa sebagai kawasan yang akan anda lembangkan .Selamat anda menjadi kaya dan bertambah kaya dengan menjadi entrepreneur dengan cara yang benar.

Apa yang diperlukan untuk menjadi entrepreneur ? Tentu anda sudah tahu bahwa menjadi entrepreneur berarti anda punya sesuatu yang anda tawarkan pada orang lain. Tentu juga apa yang anda tawarkan itu merupakan solusi bagi masalah mereka yang menjadi target market anda.
Namun di luar hal itu, apa lagi yang sebetulnya anda butuhkan untuk menjadi entrepreneur yang luar biasa?  Ya, bukan sekedar entrepreneur, tapi entrepreneur yang lebih di atas rata-rata. Hal-hal ini lah yang membuat seseorang menjadi entrepreneur hebat.
  1. Lakukan yang disuka. Betul, anda juga bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang tidak anda suka. Tapi anda akan bisa menghasilkan lebih banyak uang jika melakukan hal yang anda sukai.
  2. Jangan mudah puas. Jika anda puas, maka tak ada keinginan untuk berkembang. Terus kembangkan usaha yang anda bangun.
  3. Miliki best deal. Apa yang anda tawarkan harus punya best deal. Lebih baik dari yang ditawarkan oleh kompetitor anda.
  4. Rajin follow up. Entrepreneur yang hebat itu rajin untuk melakukan follow up. Baik follow up ke konsumen,prospek, maupun partner bisnis. Mudah untuk melakukan penjualan, yang jauh lebih berat adalah membuatnya terus menjadi pelanggan abadi anda.
  5. Atur keuangan. Atur keuangan anda dengan baik. Baik uang masuk maupun uang keluar. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha anda. Kalau anda mampu mengatur dengan baik keuangan usaha anda, saya yakin usaha anda terus berkembang.
  6. Fokus pada konsumen. Usaha anda tergantung pada konsumen. Apapun usaha yang anda jalankan. So, fokus layani mereka sebaik-baiknya.
  7. Investasi. Entrepreneur luar biasa tanpa henti akan terus berinvestasi. Baik untuk pengembangan bisnis, maupun untuk pengembangan orang-orang yang menangani bisnisnya.
Itulah tujuh hal yang sering dilakukan oleh entrepreneur yang luar biasa. Anda sudah memilikinya? Jika belum, mari mulai biasakan dengan ACTION!

Entrepreneur, namanya mulai melejit. Manusia mulai jenuh menjadi seorang pekerja dan beralih untuk membuka usaha karena dinilai lebih menguntungkan. Ditambah lagi embel-embel dari Universitas Brawijaya adalah entrepreneurial university yang diharapkan lulusannya dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri. Tidak ada yang salah dari menjadi seorang pengusaha atau bahasa kerennya entrepreneur. Telah termaktub dalam histori bahwa seorang Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar As Shiddiq, Khadijah RA dan bahkan Rasulullah sendiri merupakan seorang entrepreneur sukses. Sebab sudah barang tentu, kegiatan berdagang yang mereka lakukan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi orang lain bahkan agamanya. Tidak hanya unntuk dunianya tapi juga untuk akhiratnya. Mereka adalah manusia manusia terpuji yang layak dicontoh.

Sayangnya, di era kapitalis sekarang ini seorang entrepreneur tidak akan bisa menjadi entrepreneur yang sebenar-benarnya. Sebab sistem kapitalis menjadikan manusia tidak sesuai pada fitrahnya. Kebebasan berkepemilikan yang diagung-agungkan oleh sistem ini sangat menciderai hakikat manusia baik secara individu maupun bermasyarakat. Ditambah dengan sistem ribawi yang menjadikan manusia semakin buas. Seorang manusia yang awalnya merdeka, kini menjadi manusia konsumtif berbasis riba. Dan pada waktu yang bersamaan, ianya juga sebagai tax payer. Sunngguh memprihatinkan.

Menurut Triono (2012), ilmu yang saat ini paling berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia di muka bumi adalah ilmu ekonomi karena ilmu ini dianggap sebagai ilmu yang paling bertanggungjawab terhadap nasib jutaan umat manusia di bumi ini. Bahkan seakan-akan dapat dikatakan bahwa “hidup-matinya” manusia di bumi ada “di tangan” ilmu ini. Ilmu ini pulalah yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur agar dalap melangsungkan “kehidupan” nya. Ilmu ekonomi dalam perjalanan 200 tahun terakhir ini memang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sehingga banyak pakar keilmuan yang member gelar khusus pada ilmu ini dengan sebutan “The Prince of Social Science”. Rajanya ilmu pengetahuan. Itulah julukan yang telah diletakkan pada ilmu ekonomi ini. Tapi pertanyaannya, apakah ilmu ekonomi yang ada pada saat ini dapat mensejahterakan kehidupan umat manusia di muka bumi? Atau dapat membentuk entrepreneur yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain?

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang adalah zamannya fiskal. Di mana ia tidak dapat berdiri kokoh tanpa bank, uang kertas dan pajak. Di manakah kita bisa menemukan bank tanpa riba sekalipun ianya dibumbui kata-kata syariah? Di manakah bisa menemukan bank yang pengelolaan uangnya diketahui oleh nasabah? Di mana pula institusi keuangan yang alat tukarnya bukan kertas? Uang kertas sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai alat tukar, apalagi seorang muslim. Bukankah mata uang seorang muslim adalah dinar emas dan dirham perak? Apa perbedaan uang kertas, kupu-kupu kertas dan perahu kertas? Tidak ada yang beda! semua hanya kertas. Maka baik uang kertas, kupu-kupu kertas maupun perahu kertas, semuanya adalah palsu. Tidak peduli uang asli atau uang palsu, tapi ianya terbuat dari kertas. Hanya kertas, bukan emas. Pun dengan pajak, sungguh jelas haram dipungut pada seorang muslim. Bahkan sangat zalim bahwa fakta menjadi saksi, tanah saja kena pajak, kendaraan kena pajak. Ah jangan jauh-jauh, setiap barang yang kita beli kena pajak pertambahan nilai. Bukankah itu riba juga? Padahal Allah saja tidak mewajibkan zakat atas tanah, tetapi atas hasil dari tanah. Lantas kenapa manusia dengan sombongnya menarik upeti atas apa yang Allah tidak mewajibkan penarikan harta atasnya? Rasulullah pun tidak memajaki kuda atau unta yang dulu digunakan sebagai kendaraan. Tapi dengan arogannya, manusia memajakinya. Di mana kedudukan Al Qur’an dan As Sunah di mata manusia?

Menjadi entrepreneur yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain adalah ia yang tidak hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan namun juga bersandar pada syariat Islam secara keseluruhan. Karena jika tidak bersandar pada syariat, maka ia mencelakakan tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. MIsalnya, mendirikan usaha dengan modal pinjaman dari bank atau koperasi yang menarik bunga. Sekalipun banyak sekali orang yang bekerja padanya, pantaskah hal tersebut dikatakan  bermanfaat jika menjerumuskan ke neraka?

Sulit, memang. Bahkan sangat sulit. Apalagi dimasa kapitalis yang kekayaannya terpusat pada pemilik modal. Berbeda dengan konsep muamalah dalam Islam yang berprinsip pada pemerataan. Pun di masa kapitalis ini, sangat sulit menghindari tiga pengokoh negara fiskal, yakni bank, uang kertas dan pajak. Maka jalan satu-satunya adalah menghidupkan kembali sistem Islam yang telah lama ditinggalkan. Karena hanya di dalam Islam terdapat kehidupan yang menyejahterakan. “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul Nya, apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang member kehidupan kepadamu” (QS. 8:24). Bukankah Allah sudah menyempurnakan Islam, maka kenapa kita masih mencari jalan keluar selain Islam?


Glitter Words

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates