Senin, 31 Januari 2011

Sunny nya Mentari [CerPenQ]

  Penjara suci, adalah tempat pilihanku untuk meneruskan study ku. Darul ulum, itulah tempat pilihan ku untuk menimba ilmu. Pagi menyapaku lewat udaranya yang semilir menembus ventilasi kamarku. Kucoba untuk bangkit dan menghirup udara segar dengan hati yang senang. Segera kutinggalkan ruangan kamar dan ku tapaki satu per satu anak tangga yang mehubungkan pintu keluar asrama. Asrama yang kurang lebih 3 tahun ku naungi, telah menjadi salah satu bagian hidupku sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku disisni. Berteman dengan teman sebaya dan kakak kelas, aku jadi bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain selama aku mampu.
“Sunny…Sunny!!!!!”seruan itu membuat salah atu dari beberapa cowok yang akan menuju sekolah memendangku. Aku tersentak kaget ketika ku tahu dia menatapku dengan tatapan dingin. Yah…meski ku tahu tak sedikitpun ia merespon semua perhatian ku padanya. Tapi entah mengapa aku sangat mengaguminya.
“Cie…Mentary..”salah satu temanku menyenggol lenganku.aku hanya tersipu malu. Ku lihat sekilas gerombolan cowok yang tadi melintas di depan asramaku telah berlalu. Aku hanya bisa menyimpan kesenangan ini dalam hati. Ku coba untuk tetap sabar menghadapi perlakuan dinginnya padaku. Mengapa,rasa kagumku padanya tak ternoda sedikitpun oleh perlakuannya?.biarlah aku yang menyimpan rasa kagumku yang berlebihan ini padanya. Setidaknya, hanya aku saja yang merasakannya.

                                                                                                        $ $ $

Jam istirahat telah tiba. Ku bereskan beberapa bukuku yang berserakan di meja, lalu menaruhnya di laci mejaku. Ku gandeng Tatha, teman sebangkuku,dan mengajaknya menuju kantin. Saat aku keluar dari kelas, ku lihat juga ia keluar dari kelasnya. Ya,itu Sunny. Seperti biasa aku selalu tak bisa bersikap wajar ketika berjumpa dengannya. Meski berkali-kali sahabat-sahabatku mengingatkan untuk bersikap sewajarnya. Aku tersipu sesaat ketika ia tak sengaja memandangku ketika menoleh. Mungkin ia tahu keberadaanku sehingga secepat kilat ia balik menuju kelasnya. Aku tersenyum. Sunny… mungkinkah kau akan menyadari semua perhatianku padamu????ku harap secepatnya…

                                                                                                                      $ $ $

Sebenarnya, sudah sejak lama aku mengagumi sosok Sunny yang begitu sempurna di mataku. Sopan,pintar,jago football,ramah(meski tak berlaku buatku),sosok yang bagiku lebih dari sekedar kata sempurna. Namun sampai sekarangpun ia tak menganggapku lebih. Akupun juga tak tahu apakah kelakuanku selama ini salah padanya?karena,semua yang aku lakukan adalah untuk mencari perhatiannya,mungkin karena aku tak bisa menunjukkan maksudku yang ingin akan perhatian darinya. Entahlah, biar waktu yang jawab semuanya.
Ketika bel masuk kelas berbunyi, aku telah siap d bangku dengan senyum yang merekah. Ternyata pertemuan singkatku tadilah yang membuat senyumku terus merekah. Sunny.
Har ini OSIS di sibukkan oleh kegiatan pensi sekolah. Aku tahu pasti Sunny berada disana karena dia merupakan anggota OSIS inti yang selalu sibuk dengan jadwal OSIS yang padat. Kadang aku tak ingin dia terlalu letih, ingin sekali aku berada di dekatnya dan menyemangatinya dikala ia benar-benar rapuh. Namun aku hanya bisa menyemangatinya dari jauh, karena keterbatasan waktuku dan tak mampunya hatiku untuk melakukannya.
Aku sengaja ikut mengantar Tatha yang kebetulan anggota OSIS,supaya nanti aku bisa bertemu bengan Sunny. Sesampainya di ruang rapat OSIS,aku melihat Sunny yang tengah bercakap-cakap dengan Arkam. Kulihat senyum merekah dibibirnya,manis sekali,walau ia tak senyum padaku, dan mungkin ia tak menyadari keberadaanku yang dari tadi terus memandanginya. Setelah puas, aku kembali ke kelasku. Ketika aku masih terlalu jauh memikirkan Sunny, bel pulang berbunyi. Semua bergegas keluar. Yess!Tatha belum balik,aku kesana aja deh,nungguin dia,siapa tahu aku ketemu lagi dengan Sunny…
Firasatku salah, saat aku kesana semuanya sudah bubar. Tak apalah belum ditakdirin. “Tatha!!!acara pensinya kapan..???”tanyaku. “Minggu..”jawab Tatha singkat. “Wow…berarty kurang 2 hari lagi..!!!yess!!”seruku kegirangan.

                                                                                                                 $ $ $

Begitu cepat waktu berlalu. Padahal kurasa baru kemarin aku berdiri sejam menghadap sang merah putih. Jadwal rutin sekolahku yang mengadakan upacara di hari sabtu, ya karena berada di lingkungan pondok,meski sekolahku berlabel Negri.
“Aduh panas banget tau!!!!!”gerutuku.
“Udah nggak papa,besok kan kita ada pensi”sahut Rhaien. Mataku berbinar.
“iya, bisa ketemu sama ituu…tuu,,,”sakut Ristan. Senyumku semakin merekah.
“Siapa..siapa..??? Gus Sunny tah…???”sahut Tatha. Merona merah pipiku menanggapi godaan sahabat-sahabatku ini.
Setelah upacara selesai, sepintas kulihat Sunny bersama kawan-kawannya. Aku tersenyum saat ia menatapku. Namun seperti biasanya ia berlaku cuek padaku. Sampai kapan aku harus bertahan menerima perlakuannya?. Biarlah.. biar aku dan hatiku saja yang merasakan kebahagiaan.

                                                                                                                 $ $ $

Sabtu berlalu Minggu menjelang. Hari ini semua murid SMPN Spygater kembali merayakan acara pensi. Acara ini sangat istimewa bagi kami, karena adanya setian tahun sekali. Meski sekolah kami berada di lingkungan Pondok, kami tetap aktif menjalani Pensi yang berisi nuansa islami.
Aku,Tatha,Rhaien da Ristan duduk di barisan paling belakang. Kurang lebih 1 jam kami menunggu mulainya acara Pensi. Akhirnya,Tommy ketua OSIS naik ke atas panggung dan memberikan beberapa patah kata sambutan. Aku celingak-celinguk mencari sosok Sunny yang sedari tadi tak kujumpai. Berkali-kali aku melirik arloji yang melingkar di pergelangan tanganku. Sedangkan surya tetap memancarkan sinarnya yang mulai menembus pori-pori kulitku. Tak kujumpai sosok Sunny,hatiku gelisah.
Mendung menyelimuti permukaan langit yang tadinya cerahbahkan terlalu terang tersiram sinar surya. Semua murid-murid SMPN Spygater berlari,belomba mencari tempat berteduh menghindari sebuan titik-titik air yang semakin deras, dan meninggalkan tempat pensi yang kebetulan sudah selesai. Aku bingung harus kemana, karena aku kehilangan sahabat-sahabatku yang dari tadi berada di sampingku. Tanpa pikir panjang akupun juga ikut berlari menberlari mencari tempat teduh. Disalah satu koridor kelas aku berteduh, sedikit lega karena aku bisa menghindari serbuan hujan. Mataku berkelana, mencari sosok 3 sahabat-sahabatku, namun nihil tak kujumpai mereka. BRUG…!!!, seseorang menabrakku dari depan, mungkin ia tak menyadarinya. Hamper saja aku terjatu, namun seseorang menyanggaku dari belakang. Sunny, ya dia Sunny. Aku terdiam membisu, seolah semua berhenti beraktivitas, aku terpaku, beku, tak pernah rasanya aku sedekat ini dengannya. Ia menatapku dalam. HuuUUUUuuUU…!!!!!!!, seruan itu membuat aku sadar dan mencoba berdiri dari rangkaian tangannya yang ada di pundakku. Aku dan Sunny melihat sekeliling, aku tersipu malu, kulihat Sunny tersenyum menanggapi kejadian ini. Ku kumpulkan semua nyaliku untuk bicara padanya. “Sunny…maaf ya,terimakasih juga…”ucapku yang hamper dikalahkan oleh suara hujan. “Ya,sama-sama lain kali hati-hati ya…”jawabnya diiringi senyum yang merekah di bibirnya, manis sekali. Tak pernah aku melihat Sunny tersenyum se manis ini padaku. Mu`jizat…..
Sejak saat itu, aku dan Sunny jadi dekat, walau hanya sebatas lewat media tak bertatap muka, itu sudah mampu mengobati hatiku yang sudah lama merindukannya. Terkadang jika liburan kita berkomunikasi lewat telepon. Terkadang ketika tak sengaja bertemu, saling bertukar senyum. Sejak saat itu pula aku sangat menyukai hujan.
Kegalauan tiba-tiba muncul ke permukaan. Di saat-saat aku semakin dekat dengannya. “Apakah ia juga merasakan apa yang kurasakan selama ini?”tiba-tiba hatiku memunculkan kata itu. Perhatian, pengertian, harapan, sikapnya yang ramah, membuatku bingung. Aku butuh kepastian atas sikap-sikap manisnya padaku. Aku butuh kepastian darinya. Aku menanti sebuah hari, dimana di hari itu Sunny menanyakan padaku “cintakah aku padanya?” ,ku harap hari itu dating secepatnya.

                                                                                                          $ $ $

Rasanya baru kemarin aku dan ayah bolak balik untuk test di SMPN Spygater ini. Sekarang, toga melongkar di atas kerudung putih yang menyembunyikan rambutku. Setelah berjam-jam aku duduk di acara wisuda ini tak kujumpai sosok Sunny,hatiku gelisah. Hatiku terus bertanya-tanya kemana dia. Namun tak kutemui jawabannya. Katanya bodoh apabila tidak datang, setelah 3 tahun berhijrah dan akhir dari perjalanan ikhtyari tak dinikmati, itulah kira” rangkaian huruf yang ia tulis di pesan. Panas matahari setia menemaniku, kulihat-lihat di segerombolan cowok yang tengah duduk d samping barisan Putri,namun tetap tak kujumpai sosok Sunny. Hingga acara wisuda selesai. Semua wisudawan&wati berhamburan meninggalkan lokasi dan menemui orang tua mereka untuk kembali kerumah mereka masing-masing. Boyong. Berat langkahku meninggalkan tempat ini, tempatku mengenalnya. Coba melangkah kan kakiku, ku toleh sekeliling, hanya ada daun-daun yang tersapu angin,rupanya sekolah sudah sepi. Ku tarik nafas dalam-dalam dan ku coba melangkah lagi. “Mentary…!!!”seruan itu menghentikan langkahku. Ku toleh suara itu,Sunny, dia Sunny sepertinya dia dari ruang Kepsek. Dia berlari ke arahku. “Katanya bodoh apabila tak ikut”sindirku kesal. namun ia hanya tersenyum dan mununduk. Aku semakin bingung. “kamu mau kemana??”aku juga tak tahu mengapa aku bisa bertanya seperti itu. Dia diam sejenak,seolah-olah ada batu berat yang berada di hatinya.”Aku akan pergi ke luar negri untuk nerusin studyku,keluargaku pindah kesana,setelah ini aku akan ke bandara,pesawat sudah menungguku disana”jawabnya sambil mengembangkan senyum yang seolah-olah dibuat-buat. Rangkaian kata-kata yang mungkin terakhir kali ku dengar darinya. Suasana menjadi beku, Q tahan airmataku agar tak tumpah membasahi pipi. Apa ia tak ingin memberiku sebuah kepastian atas sikap-sikap manisnya padaku?. Besok mungkin seterusnya aku takkan menjumpainya lagi,now the last. Dan dia hanya berdiri tegap di depanku tanpa berbicara sebuah kepastian untukku?please bicaralah…!.”Oia…”suara itu membuyarkan semua lamunanku,kuharap ia bicara sebuah kepastian untukku.”ini….”ucapnya sambil menyodorkan kotak kecil bebgambar kucing putih biru. “untukmu..”sambungnya. Ada rasa kecewa, karena firasatku salah, namun kecewa itu sirna seketika ia memberiku kotak kecil. Aku menerimanya. “syukron..”ucapku lirih,namun mampu di dengarnya.”Ya…udah ya! Abah sudah menungguku di mobil,see you…!!!”. Dia sudah pergi,meninggalkan sejuta ketidakpastian dalam hidupku. Aku takmampu lagi membendung airmataku. Kini ia jatuk kepermukaan membasahi pipiku. Aku pun berlalu dari tempat itu dan pulang dengan membawa sejuta kenangan-kenangan bersamanya.”aku akan tetap mengagumimu,walau kau berada jauh disana” lirihku dalam hati. Perlahan titik-titik dari langit berubah jadi hujan yang turun bersama airmataku. Entah apa arti hujan yang turun kali ini?apa sebangai tanda perpisahan atau……entahlah. Biar waktu yang jelaskan semuanya padaku.

                                                                                                   $ $ $

Sebuah hari yang ku nanti-nanti kedatangannya,adalah khayalan belaka. Kotak kecil berisi miniatur piano dengan kerang-kerang kecil di bawahnya. Sebuah hadiah yang pertama dan mungkin terakhir kalinya ia beri padaku. Kudapati secarik kertas berisi tulisan “TAK ADA PERTEMUAN YANG ABADI”. “Namun seperti pertemuan, perpisahan pun tak ada yang abadi” sambungku dalam hati.

                                                                                                   $ $ $

Sunny..Sunny..jantungku beredebar tiap ku ingat padamu 
Sunny….Sunny..melihatmu,menyentuhmu itu yang Q mau
Kau tak sempat tanyakan aku CINTAKAH AKU PADAMU 
Tiap kaliii aku berlutut aku berDoa,
Suatu saat kau bisa cinta padaku
TiapKali aku memanggil di dalam hati,mana Sunny..mana SunnyKu….
Sunny…Sunny…apa kabarmu kabarku baik-baik saja 
Sunny…Sunny…begitu banyak cerita tak habis tentangmu..
Sunny…Sunny…mengapa ada yang kurang saat kau tak ada.

                                                                                              $ THE END $

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates