Selasa, 28 Februari 2012

Buffer pada GIGI


Sebutkan sistem larutan penyangga yang ada pada gigi !
*      Air Ludah
Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.
Karbohidrat yang difermentasi oleh mulut akan bercampur dengan saliva dan membentuk plak sehingga menyebabkan penurunan pH pada permukaan gigi. Penurunan ini bergantung pada ketebalan plak dan efisiensi dari kemampuan buffering saliva. Tingginya aliran saliva akan membuat kembalinya pH menjadi normal lebih cepat, sedangkan adanya plak yang tebal memperlambat kembalinya pH menjadi normal. Saliva memiliki Ca2+ dan HPO42- sehingga dapat menggantikan ion yang hilang dari gigi jika terjadi demineralisasi. Ion HPO4 memiliki kemampuan buffer untuk mempertahankan pH dari saliva, kemampuan buffer saliva juga dapat timbul karena adanya ion bikarbonat. Pelikel yang terdapat pada saliva merupakan lapisan glikoprotein yang melapisi permukaan gigi dan melindungi gigi dari ion asam. Ion fluoride dalam saliva juga dapat berfungsi untuk melindungi gigi dari demineralisasi. Aliran saliva dapat berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa makanan pada permukaan gigi. Saliva yang tidak terstimulasi menghasilkan ion bikarbonat sedikit, sedanngkan yang terstimulasi akan mengalami peningkatan aliran saliva dan konsentrasi bikarbonat sehingga terjadi peningkatan pH saliva. 

Glitter Words
readmore »»  

Buffer pada Darah


eritrosit
Sebutkan contoh sistem larutan penyangga yang ada didalam darah !
Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya :
a. Penyangga Karbonat
Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H 2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3). Raksi : H2CO3 (aq) => HCO3(aq) + H+(aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis (penurunan pH darah karena metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi HCO3 dan mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus dan diare). Orang yang mendaki gunung tanpa O2 tambahan dapat menderita alkalosis (peningkatan pH darah dan mengakibatkan). Kadar O2 yang sedikit di gunung membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas CO2 yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik.

b. Penyangga Hemoglobin
Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:  
HHb + O2 (g) =>HbO2- + H+
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2 yang terlarut
dalam air saat metabolisme.

c. Penyangga Fosfat
Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H 2 PO 4-) dengan monohidrogen fosfat (HPO32-).
H2PO4-(aq) + H+(aq)=> H2PO4(aq)
H2PO4-(aq) + OH- (aq) => HPO 4 2- (aq) ) + H2O(aq)
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin.
Dalam tubuh manusia, pH darah harus dijaga pada 7,35 – 7,45. Jika pH darah kurang dari 7,35 maka disebut asidosis (penurunan pH) yang dapat terjadi akibat penyakit-penyakit seperti ginjal, jantung, diabetes mellitus (penyakit gula), konsumsi protein berlebihan dalam waktu yang lama atau dehidrasi (kekurangan cairan tubuh yang cukup banyak) misalnya olah raga yang terlalu berlebihan atau diare yang terus menerus. Dan jika pH darah lebih dari 7,45 disebut alkalosis (peningkatan pH) yang bisa terjadi bila kita mengalami muntah yang hebat, bernafas terlalu berlebihan (hyperventilasi) biasanya di daerah yang udaranya tipis (ketinggian) atau ketika kita sedang cemas atau histeris. Kematian dapat terjadi jika pH darah kurang dari 7,0 atau lebih besar dari 7,8. pH di dalam darah dijaga oleh beberapa sistem kesetimbangan larutan penyangga.

Glitter Words

readmore »»  

Buffer Intrasel dan Ekstrasel



Add caption
Sebutkan contoh sistem larutan penyangga di dalam sel dan di luar sel !
1.      Di dalam sel
Penyangga Fosfat
Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H2PO4-) dengan monohidrogen fosfat (HPO 3 2-).
H2PO4- (aq) + H+ (aq)==> H2PO4(aq)
H2PO4- (aq) + OH- (aq) => HPO 42- (aq) ) + H2O (aq)
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4.
2.      Di luar sel
Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin. Ginjal menolong untuk mengatur konsentrasi H3O+ dalam darah agar tetap konstan, dengan jalan mengeluarkan kelebihan asam melalui urine, sehingga pH urine dapat berada sekitar 4,8 – 7,0.

Sebutkan contoh sistem larutan penyangga yang ada di dalam cairan antar sel !
Campuran  asam karbonat (H2CO3) dan ion bikarbonat (HCO3-) dalam plasma darah untuk mengatur pH darah agar tetap normal (7,35-7,45).
H2PO4- (aq) + H + (aq) =>  H2PO4(aq)
H2PO4- (aq) + OH - (aq) =>  HPO 42- (aq) ) + H 2O (aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis (penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat). Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H 2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).

Glitter Words 
readmore »»  

Fungsi Buffer Pada Bidang Farmasi :)


Sebutkan fungsi larutan penyangga dibidang farmasi !
Buffer pada bidang farmasi banyak digunakan untuk menetralkan darah atau biasanya pada kasus keracunan. Contohnya pada keracunan asam jengkolat. Asam jengkolat yang terbentuk saat kita terlalu banyak mengonsumsi jengkol ini harus di kurangi karena akan membetk kristal kristal yang menyumbat saluran kecing. Caranya ? dengan memasukan larutan bisa Natrium karbonat(biasanya) yang sifatnya basa yang nantinya akan membentuk garam ketika bereaksi dengan asam dan kemudian akan keluar melalui urin (karena garam sifatnya adalah mudah larut dalam air).
Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat suntik harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah.
Perubahan pH pada larutan obat dapat merusak komposisi, fungsi, dan efektivitas obattersebut. Oleh karena itu, obat-obatan dalam bentuk larutan sering kali bertindak sebagai sistem penyangga bagi obat itu sendiri untuk mempertahankan kadar larutan obat tetap berada dalam trayek pH tertentu.
Larutan Penyangga pada Obat-Obatan : asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam.


Glitter Words

readmore »»  

Template by:

Free Blog Templates